Venesia, Italia – Kota kanal yang ikonik, Venesia, terus menjadi sorotan dunia pariwisata dengan kebijakan terbaru yang dapat secara signifikan memengaruhi rencana perjalanan wisatawan, termasuk para backpacker asal Indonesia. Setelah memperkenalkan biaya akses harian pada April 2024, kini pemerintah kota tengah mempertimbangkan kenaikan drastis tarif masuk hingga mencapai €50 (sekitar Rp 870.000) pada hari-hari puncak tertentu di tahun 2026.
Kebijakan "Contributo di Accesso" ini pertama kali diujicobakan pada 25 April 2024, mewajibkan pengunjung harian (day-trippers) berusia 14 tahun ke atas untuk membayar biaya sebesar €5 untuk memasuki pusat kota bersejarah Venesia pada hari-hari tertentu yang ramai. Tujuan utamanya adalah untuk mengendalikan arus wisatawan yang membludak (overtourism), menjaga kelestarian warisan kota, dan mendukung pemeliharaan infrastruktur.
Apa yang Perlu Diketahui Turis Indonesia?
Pemerintah kota Venesia telah mengumumkan bahwa kebijakan ini akan terus berlaku di tahun 2025 (selama 54 hari) dan tahun 2026 (selama 60 hari puncak), terutama pada akhir pekan di musim semi dan musim panas. Jika Anda berencana berkunjung, sangat penting untuk memeriksa kalender resmi di situs web Venezia Unica (cda.veneziaunica.it) untuk mengetahui tanggal-tanggal penerapan biaya ini.
Saat ini, biaya standar adalah €5 jika dibayar setidaknya empat hari sebelumnya. Namun, jika pembayaran dilakukan kurang dari empat hari sebelum kunjungan, tarif akan meningkat menjadi €10. Mayor Venesia, Simone Venturini, baru-baru ini mengusulkan kenaikan yang lebih signifikan hingga €50 pada hari-hari tertentu yang sangat ramai, menyusul evaluasi bahwa tarif saat ini belum cukup efektif mengurangi keramaian. Denda bagi pelanggar yang tidak membayar atau mendaftar pembebasan dapat berkisar antara €50 hingga €300, ditambah biaya masuk €10.
Siapa yang Dikecualikan?
- Wisatawan yang menginap semalam di Venesia (di hotel, B&B, atau apartemen), meskipun mereka tetap wajib mendaftar secara online.
- Anak-anak di bawah 14 tahun.
- Penduduk wilayah Veneto, pelajar, atau pekerja di Venesia.
- Pengunjung yang hanya transit melalui titik akses seperti Piazzale Roma atau Stasiun Santa Lucia tanpa memasuki pusat kota bersejarah.
Bagaimana Cara Membayar?
Pembayaran dan pendaftaran dapat dilakukan melalui situs web resmi Venezia Unica. Setelah pembayaran, Anda akan menerima kode QR yang harus ditunjukkan di titik-titik akses antara pukul 08:30 hingga 16:00 waktu setempat.
Visa dan Informasi Tambahan untuk Traveler Indonesia
Bagi warga negara Indonesia (WNI), Italia memberlakukan kebijakan visa wajib, yaitu Visa Schengen. Proses pengajuan visa ini memerlukan paspor yang masih berlaku minimal enam bulan setelah tanggal kepulangan, bukti reservasi tiket pulang-pergi, bukti akomodasi, asuransi perjalanan dengan cakupan minimal €30.000, serta bukti finansial (rekening koran tiga bulan terakhir dengan saldo minimal sekitar Rp50 juta per orang atau €450).
Italia adalah negara yang relatif aman dengan tingkat kejahatan rendah, meskipun wisatawan perlu waspada terhadap pencopetan di area ramai seperti Venesia, Roma, atau Milan. Anggaran harian untuk seorang backpacker di Italia bisa berkisar antara €60-€70 (sekitar $70-80 USD) dengan mengandalkan hostel, makanan jalanan, dan transportasi umum. Transportasi antar kota sangat efisien dengan jaringan kereta api dan bus yang luas. Musim bahu (April-Mei dan September-Oktober) seringkali menjadi waktu terbaik untuk berkunjung karena cuaca yang lebih sejuk dan keramaian yang lebih sedikit dibandingkan puncak musim panas (Juni-Agustus).
Dengan adanya potensi kenaikan biaya masuk yang signifikan, para wisatawan Indonesia diimbau untuk merencanakan perjalanan ke Venesia dengan lebih cermat, mempertimbangkan untuk menginap semalam untuk menghindari biaya akses, atau memilih waktu kunjungan di luar hari-hari puncak yang diberlakukan tarif. Ini adalah langkah penting untuk memastikan pengalaman liburan Anda tetap menyenangkan dan sesuai anggaran.
Photo by Joshua Kettle on Unsplash