Thailand Gencarkan Pariwisata Berkelanjutan dan Destinasi Sekunder: Era Baru 'Thailand 365 Hari'

Thailand Gencarkan Pariwisata Berkelanjutan dan Destinasi Sekunder: Era Baru 'Thailand 365 Hari'

BANGKOK – Thailand, destinasi favorit turis Indonesia, kini tengah gencar mempromosikan strategi pariwisata terbarunya yang berfokus pada keberlanjutan dan penyebaran wisatawan ke "kota-kota sekunder" di luar pusat-pusat populer. Inisiatif yang disebut "Thailand 365 Hari" ini bertujuan untuk menawarkan pengalaman berkualitas sepanjang tahun, mengurangi dampak overtourism, dan mendistribusikan manfaat ekonomi ke komunitas lokal.

Pemerintah Thailand, melalui Kementerian Pariwisata dan Olahraga serta Otoritas Pariwisata Thailand (TAT), sedang mengkapitalisasi tren perjalanan global yang mendukung pengalaman alam, budaya, dan kuliner yang beragam. Data dari platform perjalanan digital Agoda menunjukkan minat berkelanjutan pada destinasi utama seperti Bangkok, Pattaya, Phuket, Chiang Mai, Hua Hin, dan Cha-am. Namun, destinasi alam yang sedang berkembang seperti Khao Yai, Nakhon Nayok, dan Kanchanaburi juga mengalami peningkatan jumlah pengunjung, menunjukkan kemampuan Thailand untuk menyalurkan pendapatan pariwisata ke kota-kota sekunder dan komunitas lokal.

Strategi ini tidak hanya berupaya menarik wisatawan bernilai tinggi dan mendorong kunjungan berulang, tetapi juga memperpanjang masa tinggal wisatawan dengan mengintegrasikan pengalaman perjalanan dengan produk Indikasi Geografis, masakan regional, dan tradisi budaya.

Komitmen terhadap pariwisata berkelanjutan semakin diperkuat dengan upaya pengembangan atraksi baru dan peningkatan standar operasional untuk memenuhi kriteria Global Sustainable Tourism Council (GSTC) di bawah "Thailand Green Tourism Plan 2030". Tujuannya adalah menempatkan destinasi Thailand dalam 100 peringkat teratas pariwisata berkelanjutan global. Sebagai bukti nyata, Taman Nasional Doi Phu Kha di Provinsi Nan baru-baru ini menerima Penghargaan Destinasi Hijau pada tahun 2026, menjadikannya model nasional untuk pengembangan pariwisata berkelanjutan.

Bagi wisatawan Indonesia, ini berarti lebih banyak pilihan untuk menjelajahi kekayaan tersembunyi Thailand di luar Bangkok dan Phuket yang ramai. Dari desa-desa tradisional di Utara hingga keindahan alam di wilayah Isaan atau Selatan yang kurang dikenal, Thailand kini menawarkan pengalaman yang lebih mendalam dan otentik. Program seperti "Travel Green Thailand" oleh TAT juga memberikan panduan untuk perjalanan yang lebih ramah lingkungan, mendukung penginapan hijau bersertifikat dan program pariwisata berbasis komunitas.

Para pelancong diimbau untuk tetap waspada terhadap lingkungan sekitar mereka dan memastikan semua dokumen perjalanan lengkap, termasuk Kartu Kedatangan Digital (TDAC) yang wajib diisi sebelum keberangkatan.

Photo by BIlly Xue on Unsplash

A

Ditulis oleh Admin Backpacker

Traveler dari Indonesia yang suka membagikan pengalamannya menjelajahi dunia.

Lihat Profil Lengkap →

0 Komentar

Ingin bergabung dalam diskusi?

Masuk Sekarang

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!