Perjalanan ke Eropa Kian Kompleks: Sistem ETIAS Ditunda Hingga 2027, EES Picu Antrean Panjang di Perbatasan Eropa

Perjalanan ke Eropa Kian Kompleks: Sistem ETIAS Ditunda Hingga 2027, EES Picu Antrean Panjang di Perbatasan Eropa

Eropa Menunda ETIAS: Kabar Terbaru untuk Pelancong Indonesia

Halo, Anda para petualang yang hatinya sudah tertambat di menara-menara Eropa atau mungkin lagi ngumpulin receh buat liburan ke benua biru. Saya punya kabar yang cukup penting nih buat Anda yang sedang menyusun rencana perjalanan. Jadi, ada update terbaru soal aturan main masuk ke Eropa yang sempat bikin kita deg-degan, tapi ternyata... ditunda lagi.

Jadi begini, awal Juli 2026 kemarin, beredar kabar bahwa Sistem Informasi dan Otorisasi Perjalanan Eropa atau yang akrab disapa ETIAS itu resmi diundur peluncurannya sampai tahun 2027. Iya, Anda nggak salah baca. Padahal kita semua sudah siap-siap dengan sistem baru ini, eh malah molor lagi. Penyebabnya? Ternyata ada 'kakak'nya dulu yang belum siap, yaitu Sistem Masuk/Keluar (EES) yang sekarang malah bikin antrean panjang dan semrawut di beberapa perbatasan Eropa.

Nah, yang perlu Anda garis bawahi, meskipun ETIAS ini sebenarnya nggak langsung berlaku buat kita warga negara Indonesia (karena kita masih perlu visa Schengen), penundaan ini dan masalah di EES tetap berpengaruh besar ke pengalaman traveling kita ke negara-negara Schengen. Apalagi kalau tujuan Anda adalah Prancis yang jadi favorit banyak orang Indonesia. Yuk, kita bedah satu-satu biar nggak bingung.

Apa Itu ETIAS dan Kenapa Ditunda Lagi?

ETIAS itu sebenarnya kaya 'izin main' elektronik gitu, mirip-mirip ESTA buat ke Amerika atau eTA buat ke Kanada. Sistem ini diciptakan Uni Eropa untuk meningkatkan keamanan di kawasan Schengen. Jadi, warga dari sekitar 60 negara yang selama ini bebas visa ke Eropa, nantinya harus minta izin dulu secara online sebelum berangkat. Bayangin aja kayak kita booking tiket konser, tapi harus daftar dulu biar bisa masuk.

Tapi, dalam beberapa hari terakhir sebelum tanggal 9 Juli 2026, banyak media kredibel kayak Financial Times dan The Points Guy yang ngonfirmasi kalau ETIAS yang tadinya dijadwalkan rilis di Kuartal ke-4 tahun 2026, sekarang diundur lagi ke tahun 2027. Ini bukan pertama kalinya lho, ETIAS ini sudah beberapa kali molor sejak pertama kali diusulkan tahun 2016 lalu. Kayak janji teman yang selalu bilang "nanti deh", tapi nggak kunjung datang.

Alasan utamanya? Ya itu tadi, 'masalah teknis dan implementasi yang lambat' dari sistem pendahulunya, yaitu Entry/Exit System (EES). EES ini mulai diperkenalkan bertahap sejak Oktober 2025 dan baru benar-benar jalan semua pada April 2026. Nah, sejak saat itulah terjadi "sakit kepala akibat kekacauan" di berbagai bandara dan perbatasan Eropa. Antrean imigrasi bisa berjam-jam, bikin bete banget. Jadi, sebelum ETIAS diluncurkan, mereka harus membereskan EES dulu.

EES: Sistem yang Beneran Ngaruh ke Kita, WNI

Ini nih yang paling penting buat Anda. Kalau ETIAS nggak berlaku buat kita, EES justru sebaliknya. EES ini sistem digital baru yang mencatat data biometrik kita, kayak sidik jari dan foto wajah, dari semua warga negara non-EU yang masuk atau keluar wilayah Schengen untuk kunjungan singkat (maksimal 90 hari dalam periode 180 hari).

Jadi, buat Anda yang selama ini harus ngurus visa Schengen, sekarang ada prosedur baru di perbatasan. Nggak cuma tunjukin paspor dan visa, tapi juga harus scan sidik jari dan difoto. Mirip kayak pas kita bikin KTP atau paspor baru, tapi dilakukan di bandara Eropa.

Beberapa hal yang perlu Anda tahu soal EES:

  • Data Biometrik Wajib: Di setiap pintu masuk dan keluar Schengen, sidik jari dan foto wajah Anda akan direkam secara elektronik. Jadi, siap-siap aja antre lebih lama.
  • Nggak Ada Stempel Paspor Lagi: EES ini menggantikan stempel manual di paspor dengan catatan elektronik. Ini sebenarnya bagus buat melacak masa tinggal kita, jadi nggak bakal kelebihan hari lagi. Tapi, konsekuensinya ya itu tadi, prosesnya lebih lama.
  • Antrean Bisa Makin Panjang: Sejak EES diluncurkan, keluhan antrean panjang dan penundaan di perbatasan sudah banyak terdengar. Jadi, Anda harus siap mental dan fisik kalau mau ke Eropa sekarang.

Juru bicara Komisi Eropa sendiri belum mau ngasih tanggal pasti kapan ETIAS akan diluncurkan. Mereka cuma bilang akan ngasih tahu beberapa bulan sebelumnya. Artinya, buat sekarang, Anda nggak perlu pusing mikirin ETIAS. Tapi, Anda harus siap dengan prosedur EES yang baru ini.

WNI dan Visa Schengen: Nggak Ada yang Berubah, Tapi Ada Kabar Baik

Saya mau tegaskan lagi, warga negara Indonesia TIDAK termasuk dalam daftar negara yang butuh ETIAS. Kita tetap wajib mengajukan visa Schengen untuk kunjungan singkat ke negara-negara Eropa yang tergabung dalam wilayah Schengen. Kebijakan ini nggak berubah. ETIAS itu cuma buat negara-negara kayak Amerika Serikat, Inggris, Kanada, dan Australia yang tadinya bebas visa.

Tapi, ada kabar baik yang mungkin sudah Anda dengar. Pada Juli 2025 lalu, Komisi Eropa sempat mengumumkan kebijakan visa Schengen multi-entry dengan masa berlaku lebih panjang buat WNI yang memenuhi kriteria tertentu. Ini kabar bagus banget buat Anda yang sering bolak-balik ke Eropa untuk bisnis, liburan, atau urusan akademik. Jadi, meskipun kita tetap perlu visa, setidaknya ada kemudahan dalam prosesnya.

Dampak Buat Pelancong Indonesia: Persiapan Itu Kunci Utama

Dengan adanya penundaan ETIAS dan EES yang masih 'berantakan', Anda sebagai pelancong Indonesia harus lebih siap. Jangan sampai momen liburan yang sudah direncanakan berbulan-bulan malah buyar gara-gara antrean imigrasi yang panjang. Berikut beberapa tips dari saya:

  • Siapkan Mental Antre Lebih Lama: Ini yang paling penting. Datanglah ke bandara lebih awal dari biasanya. Kalau biasanya Anda datang 2 jam sebelum penerbangan, sekarang mungkin perlu 3-4 jam, terutama kalau Anda transit di bandara-bandara besar Eropa kayak Schiphol (Amsterdam), Heathrow (London), atau Charles de Gaulle (Paris). Anggap aja ini bagian dari petualangan, sambil ngobrol sama sesama pelancong atau baca buku.
  • Pahami Aturan 90/180 Hari: EES akan secara otomatis melacak masa tinggal Anda. Jadi, pastikan Anda nggak melebihi batas 90 hari dalam periode 180 hari di wilayah Schengen. Kalau kelebihan, bisa kena masalah di imigrasi dan susah masuk lagi ke Eropa di masa depan. Hitung-hitung dengan cermat, ya.
  • Dokumen Lengkap dan Valid: Pastikan paspor Anda masih berlaku minimal 3 bulan setelah tanggal keberangkatan Anda dari Schengen. Visa Schengen Anda juga harus masih berlaku. Jangan sampai paspor mau habis masa berlaku tapi Anda lupa perpanjang. Saya pernah lihat sendiri ada turis yang nangis di bandara karena paspornya tinggal 2 bulan lagi, padahal dia mau jalan-jalan sebulan. Nggak lucu kan?
  • Cek Informasi Visa Terbaru: Selalu rujuk ke situs web kedutaan besar negara Schengen yang akan Anda kunjungi pertama kali. Jangan percaya informasi dari sumber yang nggak jelas. Lebih baik repot cek langsung daripada menyesal di kemudian hari.

Opini Pihak Terkait dan Tips Tambahan Biar Traveling Makin Mulus

Kekacauan yang ditimbulkan EES ini sudah memicu kritik dari maskapai penerbangan dan operator perjalanan. Mereka mendesak Uni Eropa untuk meninjau kembali implementasinya. Wajar sih, karena antrean panjang bisa bikin penerbangan delay dan merugikan banyak pihak.

Sebagai sesama pecinta traveling, saya punya beberapa tips tambahan yang mungkin berguna buat Anda:

  • Pantau Informasi Resmi: Rajin-rajinlah cek situs web resmi Uni Eropa (europa.eu) dan kedutaan besar negara tujuan Anda. Di sana biasanya ada info terbaru soal EES dan ETIAS. Jangan cuma andalkan info dari grup WhatsApp atau media sosial yang belum tentu benar.
  • Datang Lebih Awal ke Bandara: Saya ulangi lagi, ini penting banget. Datanglah 3-4 jam sebelum jadwal penerbangan, terutama kalau Anda terbang dari atau transit di bandara Eropa. Mending nunggu di lounge bandara sambil ngopi daripada buru-buru dan stres karena takut ketinggalan pesawat.
  • Siapkan Salinan Dokumen: Simpan salinan digital (di email atau cloud) dan fisik (fotokopi) paspor serta visa Anda di tempat terpisah. Misalnya, yang asli di tas tangan, fotokopinya di koper. Kalau misalnya paspor hilang, Anda masih punya salinan buat lapor ke kedutaan.
  • Asuransi Perjalanan Itu Wajib: Jangan pernah traveling ke luar negeri tanpa asuransi perjalanan. Ini bukan buat gaya-gayaan, tapi buat jaga-jaga kalau terjadi hal yang nggak diinginkan, kayak penerbangan delay, bagasi hilang, atau sakit di tengah jalan. Percaya deh, lebih baik keluar uang buat asuransi daripada keluar biaya rumah sakit di luar negeri yang bisa bikin kantong bolong.
  • Waspada Penipuan ETIAS: Karena ETIAS belum beroperasi dan nggak berlaku buat WNI, waspadalah terhadap situs web palsu yang menawarkan layanan ETIAS berbayar. Jangan sampai Anda tertipu. Aplikasi ETIAS resmi (kalau nanti sudah berlaku) cuma bisa dilakukan melalui situs web resmi Uni Eropa. Ingat, jangan mudah percaya sama tawaran yang menggiurkan.

Memang, perjalanan ke Eropa sekarang terasa lebih ribet dengan adanya lapisan pemeriksaan baru. Tapi, dengan persiapan yang matang, Anda pasti bisa melewatinya dengan lancar. Anggap aja ini tantangan kecil sebelum menikmati croissant di pinggir Sungai Seine, atau melihat matahari terbenam di Santorini.

Dengan ETIAS yang ditunda dan EES yang masih dalam tahap penyesuaian, masa depan perjalanan ke Eropa memang masih terus berkembang. Tapi, jangan biarkan hal ini menghentikan impian Anda untuk menjelajahi benua biru. Dengan informasi yang tepat dan persiapan yang baik, Anda pasti bisa mewujudkannya. Selamat merencanakan petualangan Anda, dan semoga liburan Anda menyenangkan.

A

Ditulis oleh Admin Backpacker

Traveler dari Indonesia yang suka membagikan pengalamannya menjelajahi dunia.

Lihat Profil Lengkap →

0 Komentar

Ingin bergabung dalam diskusi?

Masuk Sekarang

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!