Kabar Baik buat Anda yang Sudah Lama Kepengin ke Korea
Jujur saja, siapa sih yang tidak tergoda dengan Korea Selatan? Mulai dari lagu-lagu K-Pop yang selalu berhasil bikin lupa waktu, drama-drama yang bikin baper, kuliner yang bikin ngiler, sampai pemandangan alamnya yang cantik banget. Nah, kabar baiknya, sekarang ada angin segar buat Anda yang selama ini menunda-nunda liburan ke sana karena urusan visa. Pemerintah Korea Selatan baru saja meluncurkan Program Bebas Visa Sementara bagi Wisatawan Grup Indonesia. Program ini mulai berlaku sejak 26 Mei 2026 dan akan berjalan sampai 31 Desember 2026. Artinya, ada banyak kesempatan buat Anda merencanakan perjalanan tanpa harus pusing mengurus berkas visa yang biasanya bikin kepala jadi penuh.
Langkah ini sebenarnya bukan sekadar formalitas belaka. Korea Selatan memang sedang serius menggarap sektor pariwisatanya, apalagi pasar Indonesia terus menunjukkan gelombang yang makin besar dari tahun ke tahun. Di tengah ramainya tren perjalanan global, program ini jadi semacam magnet baru yang diharapkan bisa menarik lebih banyak wisatawan Indonesia untuk terbang ke negeri ginseng. Bagi saya pribadi, yang hobinya backpacking dan suka cari tiket murah di tengah kemacetan Jakarta, kabar seperti ini rasanya seperti menemukan promo tiket flash sale tengah malam. Senang, tapi juga harus tetap teliti.
Kenapa Korea Selatan Begitu Peduli dengan Wisatawan Indonesia?
Mungkin Anda bertanya-tanya, kenapa sih Indonesia sampai dapat perlakuan spesial seperti ini? Jawabannya ada pada angka dan tren. Pada 25 Februari 2026, Pemerintah Korea Selatan dalam Rapat Strategi Pariwisata Nasional menegaskan kembali target ambisius mereka, yaitu mencapai 30 juta kunjungan wisatawan mancanegara. Untuk mencapai angka sebesar itu, peningkatan aksesibilitas bagi wisatawan asing menjadi salah satu pilar utama yang tidak bisa ditawar.
Indonesia sendiri sudah lama diakui sebagai pasar yang sangat strategis bagi Korea Selatan. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 365.596 kunjungan wisatawan Indonesia ke Korea. Angka ini menempatkan Indonesia sebagai pasar wisatawan terbesar keempat di kawasan ASEAN. Tren positifnya berlanjut di tahun 2026, di mana hingga Juli 2026 saja, jumlah kunjungan wisatawan Indonesia sudah mencapai 259.491 orang. Hasilnya, Indonesia naik ke posisi ketiga sebagai pasar terbesar di ASEAN. Kenaikan peringkat ini tentu bukan hal kecil, mengingat persaingan antarnegara di kawasan ASEAN cukup ketat.
Melihat potensi sebesar itu, Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta bahkan menargetkan 425.000 kunjungan wisatawan Indonesia ke Korea sepanjang tahun 2026. Program bebas visa sementara ini juga menjadi bagian dari upaya Korea untuk memperluas pertumbuhan pariwisata ke berbagai daerah regional, bukan hanya terpusat di kota-kota besar seperti Seoul dan Busan. Jadi, Anda yang mungkin bosan dengan destinasi yang itu-itu saja bisa mulai melirik kota-kota lain yang tidak kalah menarik. Selain itu, program ini juga bertujuan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih mudah dan nyaman bagi wisatawan internasional.
Bagaimana Cara Kerja Program Bebas Visa Grup Ini?
Nah, ini bagian yang paling penting untuk Anda cermati. Program bebas visa sementara ini dirancang khusus untuk wisatawan Indonesia yang melakukan perjalanan dalam bentuk grup. Jadi, jangan bayangkan bisa langsung terbang sendirian tanpa syarat. Berikut poin-poin penting yang perlu Anda pahami sebelum mulai menyusun rencana.
Siapa yang Berhak Ikut?
Program ini berlaku bagi wisatawan grup Indonesia yang terdiri dari minimal 3 orang. Tujuan kunjungan haruslah untuk wisata, bukan untuk bekerja atau keperluan lain. Jadi, pastikan rombongan Anda memang benar-benar niat liburan, bukan sekadar berkumpul lalu berangkat tanpa tujuan jelas.
Harus Lewat Agen Perjalanan Resmi
Pengajuan dan pengaturan perjalanan harus dilakukan melalui Authorized Travel Agent yang telah ditunjuk untuk program ini di Indonesia. Agen perjalanan tersebut kemudian akan berkoordinasi dengan Land Operator di Korea Selatan. Ini penting supaya prosesnya rapi dan sesuai aturan. Bagi Anda yang biasa traveling mandiri, mungkin terasa sedikit berbeda, tapi justru di sinilah letak kemudahannya karena urusan administrasi diserahkan ke pihak yang berpengalaman.
Jenis Izin Masuk dan Masa Tinggal
Wisatawan grup yang memenuhi syarat akan memperoleh izin masuk dengan status B-2, yaitu untuk wisata atau transit. Masa tinggal maksimum yang diizinkan untuk status ini umumnya bersifat jangka pendek, sesuai dengan durasi paket tur yang diajukan. Jadi, durasi liburan Anda akan mengikuti paket yang sudah disusun bersama agen.
Dokumen yang Wajib Disiapkan
Seluruh peserta wajib memiliki paspor yang masih berlaku. Selain itu, ada satu hal yang sering terlewat, yaitu grup wisatawan harus masuk dan keluar Korea menggunakan penerbangan atau kapal yang sama sesuai dengan daftar yang telah didaftarkan sebelumnya oleh agen perjalanan. Artinya, Anda tidak bisa seenaknya memisahkan diri dari rombongan saat keberangkatan atau kepulangan.
Periode Berlaku
Program ini bersifat sementara, berlaku mulai 26 Mei 2026 hingga 31 Desember 2026. Jadi, jangan sampai Anda menunda terlalu lama sampai akhirnya kehabisan waktu. Seperti halnya promo tiket murah yang cepat habis, kesempatan ini juga punya batas waktu.
K-ETA Tetap Wajib buat Anda yang Traveling Sendiri
Meskipun ada program bebas visa untuk grup, ada baiknya Anda tidak salah paham. Bagi pelancong Indonesia yang berangkat secara individual, K-ETA (Korea Electronic Travel Authorization) tetap menjadi persyaratan wajib. Korea Selatan memang telah memperpanjang pengecualian K-ETA bagi 22 negara dan wilayah tertentu hingga 31 Desember 2026, namun Indonesia tidak termasuk dalam daftar negara yang dikecualikan tersebut.
Ini berarti, jika Anda berencana mengunjungi Korea Selatan secara mandiri atau tidak dalam grup yang terdaftar dalam program bebas visa, Anda masih wajib mengajukan K-ETA sebelum keberangkatan. K-ETA sendiri adalah sistem pra-otorisasi perjalanan elektronik yang serupa dengan ESTA di Amerika Serikat atau ETA di Australia. Sistem ini memungkinkan warga negara dari negara bebas visa untuk masuk ke Korea Selatan untuk kunjungan singkat tanpa visa tradisional.
Biaya dan Masa Berlaku K-ETA
Biaya aplikasi K-ETA adalah 10.000 Won Korea (KRW), yang setara dengan sekitar 7 sampai 8 Dolar AS, belum termasuk biaya pembayaran online. Perlu Anda ingat, biaya ini tidak dapat dikembalikan meskipun aplikasi Anda ditolak. Sejak 3 Juli 2023, K-ETA yang disetujui berlaku selama 3 tahun, atau hingga masa berlaku paspor habis, mana saja yang lebih dulu.
Waktu Pemrosesan dan Situs Resmi
Proses penilaian K-ETA biasanya memakan waktu 72 jam atau kurang. Namun, terkadang bisa lebih lama karena peningkatan jumlah aplikasi atau keadaan tak terduga. Aplikasi akan ditinjau berdasarkan urutan penerimaan, dan tidak ada layanan dipercepat. Jadi, jangan berharap bisa mengajukan mendadak lalu langsung disetujui dalam hitungan jam. Pastikan Anda mengajukan K-ETA hanya melalui situs web resmi k-eta.go.kr atau melalui aplikasi seluler resmi untuk menghindari penipuan. Ini penting, karena situs palsu yang menyerupai situs resmi cukup banyak bertebaran di internet.
Dampak Positif yang Bisa Anda Rasakan
Program bebas visa sementara untuk grup ini membawa sejumlah dampak positif yang cukup signifikan bagi wisatawan Indonesia. Pertama, kemudahan akses. Anda tidak perlu lagi menghabiskan waktu dan tenaga untuk mengurus visa tradisional yang prosesnya terkadang bikin frustrasi. Perencanaan perjalanan jadi lebih sederhana dan cepat, mirip saat Anda memesan tiket kereta antarkota lewat aplikasi.
Kedua, program ini secara khusus mendorong pertumbuhan wisata grup, yang seringkali lebih terjangkau dan nyaman bagi banyak pelancong. Bagi Anda yang punya lingkaran pertemanan atau keluarga besar, ini kesempatan bagus untuk liburan bareng tanpa harus memikirkan biaya visa satu per satu. Ketiga, dengan kemudahan ini, agen perjalanan dapat menawarkan paket-paket tur yang lebih beragam dan menarik ke berbagai destinasi di Korea Selatan. Anda pun jadi punya lebih banyak pilihan, mulai dari paket yang fokus ke kuliner, budaya, sampai alam.
Keempat, wisatawan dapat lebih fokus menikmati pengalaman budaya dan alam Korea tanpa harus terlalu khawatir dengan prosedur imigrasi yang rumit. Bayangkan saja, daripada pusing memikirkan berkas, waktu dan energi Anda bisa dipakai untuk riset tempat makan enak atau spot foto yang instagramable.
Hal yang Perlu Anda Waspadai
Meski menggiurkan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh calon wisatawan. Pertama, pilih agen perjalanan terpercaya. Pastikan Anda memilih Authorized Travel Agent yang kredibel dan berpengalaman dalam mengurus perjalanan ke Korea Selatan, terutama untuk program bebas visa ini. Jangan tergoda harga murah tapi agennya tidak jelas. Kedua, pahami persyaratan grup. Patuhi semua persyaratan yang ditetapkan untuk perjalanan grup, termasuk jumlah minimum peserta dan ketentuan masuk serta keluar bersamaan.
Ketiga, siapkan dokumen pendukung. Meskipun bebas visa, selalu siapkan dokumen pendukung perjalanan seperti bukti pemesanan tiket pulang-pergi, akomodasi, dan itinerary perjalanan untuk ditunjukkan kepada petugas imigrasi jika diminta. Ini semacam jaga-jaga, karena petugas imigrasi di negara mana pun berhak meminta keterangan tambahan. Keempat, bagi pelancong individual, pastikan pengajuan K-ETA dilakukan dengan data yang akurat dan jauh hari sebelum keberangkatan. Kesalahan informasi dapat menyebabkan penolakan atau pembatalan K-ETA, dan itu tentu merepotkan.
Respons Industri Pariwisata dan Harapan ke Depan
Direktur Korea Tourism Organization Jakarta, Kim Jisun, pada Korea Travel Mart 2026 di Raffles Jakarta, Kamis (17/9/2026), mengungkapkan optimisme terhadap peningkatan kunjungan wisatawan Indonesia. Acara tersebut menjadi wadah penting bagi 26 pelaku industri pariwisata Korea untuk bertemu langsung dengan 85 agen perjalanan Indonesia guna menjajaki peluang kerja sama dan mengembangkan produk wisata yang sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia.
“Korea Travel Mart 2026 menjadi kesempatan bagi industri pariwisata Korea dan agen perjalanan Indonesia untuk bertemu secara langsung. Kami berharap pertemuan ini dapat membuka peluang kerja sama baru sekaligus memberikan lebih banyak pilihan produk perjalanan bagi wisatawan Indonesia,” ujar Kim Jisun.
Dari sisi industri pariwisata Indonesia, program ini disambut baik. Ketua Umum Asosiasi Agen Perjalanan Indonesia (ASITA) yang tidak disebutkan namanya, menyambut baik langkah Pemerintah Korea Selatan ini. “Ini adalah angin segar bagi industri pariwisata kita. Dengan adanya kemudahan bebas visa untuk grup, kami yakin minat masyarakat Indonesia untuk mengunjungi Korea Selatan akan semakin meningkat. Ini juga membuka peluang bagi agen-agen perjalanan untuk menciptakan paket-paket tur inovatif yang lebih kompetitif,” ujarnya.
Tips Tambahan biar Liburan Anda Makin Lancar
Untuk memastikan perjalanan Anda lancar dan berkesan, ada beberapa tips tambahan yang bisa Anda pertimbangkan. Pertama soal waktu terbaik berkunjung. Musim semi (Maret sampai Mei) dengan bunga sakura yang mekar atau musim gugur (September sampai November) dengan pemandangan daun maple yang indah adalah waktu yang sangat populer. Musim dingin (Desember sampai Februari) menawarkan pengalaman ski, sementara musim panas (Juni sampai Agustus) cocok untuk festival dan pantai. Pilih saja sesuai selera Anda.
Kedua, soal transportasi. Korea Selatan memiliki sistem transportasi umum yang sangat efisien, termasuk kereta bawah tanah di kota-kota besar, kereta api antarkota (KTX), dan bus. Pertimbangkan untuk membeli T-Money Card untuk kemudahan bertransaksi. Rasanya mirip seperti punya kartu e-money di Jakarta, tinggal tap dan jalan.
Ketiga, soal akomodasi. Pesan akomodasi jauh-jauh hari, terutama saat musim puncak. Pilihan bervariasi dari hotel mewah, guesthouse yang terjangkau, hingga penginapan tradisional hanok. Keempat, unduh aplikasi penting seperti Naver Map atau KakaoMap untuk navigasi, karena Google Maps kurang efektif di Korea. Lalu ada Papago untuk terjemahan bahasa, dan aplikasi transportasi umum lokal.
Kelima, jangan lupa E-Arrival Card. Terlepas dari K-ETA atau bebas visa grup, semua kedatangan ke Korea Selatan tetap diwajibkan mengisi E-Arrival Card secara online sebelum kedatangan. Ini mempercepat proses imigrasi di bandara. Keenam, soal konektivitas. Pertimbangkan untuk menyewa pocket Wi-Fi atau membeli SIM card lokal untuk tetap terhubung selama perjalanan Anda. Bagi saya yang suka mengunggah foto perjalanan, koneksi stabil itu wajib hukumnya.
Jadi, Kapan Anda Mau Berangkat?
Dengan diluncurkannya Program Bebas Visa Sementara untuk Wisatawan Grup Indonesia, Korea Selatan seolah mengirimkan undangan hangat kepada para pelancong dari Tanah Air. Ini adalah kesempatan emas untuk menjelajahi kekayaan budaya, keajaiban alam, dan dinamisme modern yang ditawarkan Korea Selatan tanpa beban prosedur visa yang memakan waktu. Baik Anda berencana berpetualang dalam grup terorganisir maupun sebagai individual dengan K-ETA, Korea Selatan siap menyambut Anda dengan tangan terbuka di akhir tahun 2026 ini.
Bagi saya, momen seperti ini mengingatkan bahwa kadang kesempatan baik datang tanpa kita duga, mirip saat menemukan tiket murah di tengah kemacetan Jakarta. Yang penting adalah kesiapan kita untuk menyambutnya. Jadi, mulai sekarang, cek paspor Anda, ajak teman-teman atau keluarga untuk membentuk grup minimal tiga orang, dan mulai susun rencana. Siapa tahu, kenangan tak terlupakan di salah satu destinasi paling menawan di Asia sudah menunggu Anda di sana.