Korea Selatan terus memukau wisatawan global dengan daya tarik budayanya yang tak lekang oleh waktu. Fenomena Hallyu, atau Gelombang Korea, yang mencakup K-Pop, K-Drama, hingga kuliner dan gaya hidup, tetap menjadi magnet utama yang mendorong lonjakan kunjungan turis, termasuk dari Indonesia. Meskipun Seoul kerap menjadi pintu gerbang utama, tren terkini menunjukkan adanya pergeseran fokus pemerintah dan industri pariwisata untuk memperkenalkan kekayaan Korea Selatan di luar ibu kota.
Pemerintah Korea Selatan, melalui Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata, serta Organisasi Pariwisata Korea (KTO), secara aktif meluncurkan berbagai inisiatif untuk mendukung diversifikasi destinasi. Kampanye promosi kini lebih gencar menyoroti festival lokal, warisan budaya tak benda, dan lanskap alam yang menakjubkan di seluruh negeri. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan pengalaman yang lebih merata dan berkelanjutan, sekaligus mengurangi kepadatan wisatawan di satu titik.
Misalnya, pada bulan Juni 2026, KTO telah meningkatkan upaya untuk mendistribusikan turis asing secara lebih merata ke seluruh negeri dengan meningkatkan transportasi dan konten pariwisata regional. Selain itu, pada awal Juli 2026, sebuah kampanye 'K-Vacation' diluncurkan, utamanya untuk turis domestik, yang juga mencerminkan dorongan untuk merevitalisasi ekonomi regional dan mengarahkan pengunjung ke provinsi-provinsi yang kurang dikenal. Strategi ini sejalan dengan rencana Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata yang diumumkan pada Desember 2025, yang bertujuan menarik 30 juta turis per tahun lebih cepat melalui pembangunan pusat-pusat regional untuk pariwisata.
Bagi wisatawan Indonesia, ini adalah kabar baik. Kesempatan untuk menyelami budaya Korea secara lebih mendalam dan menemukan 'permata tersembunyi' di luar Seoul semakin terbuka lebar. Dari menikmati keindahan musim semi di Festival Bunga Sakura Jinhae hingga merasakan ketenangan di kuil-kuil pegunungan di Provinsi Gangwon, atau bahkan mencoba templestay untuk pengalaman spiritual, Korea Selatan menawarkan lebih dari sekadar gemerlap kota besar. Tren ini tidak hanya memperkaya pengalaman wisatawan tetapi juga mendukung ekonomi lokal di daerah-daerah yang sebelumnya kurang terjamah oleh pariwisata massal.
Photo by insung yoon on Unsplash