RIYADH – Arab Saudi terus mengukuhkan posisinya sebagai destinasi wisata global yang menawarkan lebih dari sekadar pengalaman spiritual. Dalam beberapa waktu terakhir, wilayah AlUla, sebuah oasis gurun purba dengan warisan sejarah menakjubkan di barat laut negara itu, semakin gencar dipromosikan sebagai tujuan wisata budaya dan petualangan. Perkembangan ini relevan bagi para pelancong Indonesia yang mencari pengalaman unik di luar ibadah haji dan umrah.
Tren peningkatan pariwisata non-religius di Arab Saudi merupakan bagian integral dari visi 'Saudi Vision 2030' untuk mendiversifikasi ekonominya. AlUla menjadi salah satu 'permata mahkota' dalam strategi ini, dengan investasi besar-besaran pada infrastruktur dan promosi.
Pembangunan Berkelanjutan di AlUla Menarik Perhatian Dunia
Salah satu berita terbaru yang menyoroti komitmen ini adalah dimulainya pembangunan hotel NUMAJ berkapasitas 250 kamar oleh AlUla Development Company pada 4 Mei 2026. Hotel ini dijadwalkan dibuka pada tahun 2027 dan akan dioperasikan oleh Marriott International. Langkah ini menandai tonggak penting dalam pengembangan fasilitas perhotelan kelas dunia di AlUla, yang bertujuan menarik wisatawan global.
Tidak hanya itu, pada 22 Juni 2026, AlUla juga meluncurkan program akselerasi start-up internasional, memposisikan diri sebagai 'laboratorium hidup' untuk masa depan pariwisata. Inisiatif ini menunjukkan pendekatan inovatif Arab Saudi dalam mengembangkan AlUla sebagai pusat pariwisata yang berkelanjutan dan modern, sekaligus melestarikan kekayaan budayanya.
Implikasi bagi Traveler Indonesia
Bagi traveler Indonesia, AlUla menawarkan kesempatan untuk menjelajahi situs-situs arkeologi Nabatean yang menyaingi Petra, formasi batuan alami yang menakjubkan, serta kota tua yang berusia ribuan tahun. Destinasi ini cocok untuk backpacker yang ingin merasakan kedalaman budaya dan keindahan alam yang belum banyak terekspos.
Informasi Visa untuk Warga Negara Indonesia
- Tipe Visa: Warga Negara Indonesia (WNI) dapat mengajukan E-Visa turis untuk tujuan pariwisata, yang memungkinkan beberapa kali masuk (multiple entries) dalam periode satu tahun dengan masa tinggal maksimal 90 hari per kunjungan.
- Syarat Khusus: Namun, penting untuk dicatat bahwa WNI mungkin perlu memenuhi syarat tambahan, seperti memiliki visa AS, Inggris, atau Schengen yang masih berlaku atau pernah digunakan sebelumnya, atau menjadi penduduk tetap negara GCC (Dewan Kerja Sama Teluk) untuk memenuhi syarat E-Visa turis.
- Biaya: Biaya E-Visa adalah sekitar SAR 535 (sekitar USD 143 atau IDR 2,3 juta, termasuk asuransi perjalanan wajib).
- Aplikasi: Aplikasi dapat diajukan secara daring melalui situs resmi visa.visitsaudi.com.
Estimasi Anggaran dan Transportasi
AlUla dirancang sebagai destinasi mewah, namun backpacker masih bisa mengunjunginya dengan anggaran yang cermat. Anggaran minimum yang disarankan untuk AlUla adalah sekitar USD 100 per hari. Secara umum, backpacker di Arab Saudi dapat mengelola anggaran sekitar SAR 350-600 (USD 93-160) per hari.
Transportasi antar kota di Arab Saudi umumnya menggunakan bus atau pesawat domestik. Di AlUla sendiri, transportasi internal dan tur ke situs-situs utama seperti Hegra, Dadan, dan Jabal Ikmah seringkali memerlukan pemesanan di muka.
Dengan perkembangan pesat dan promosi yang gencar, AlUla siap menyambut lebih banyak traveler Indonesia yang haus akan pengalaman sejarah dan budaya yang otentik di jantung gurun Arab.
Photo by Zhifei Zhou on Unsplash